Wellcome in my Journey...

B
ecause of we are in HIS Hands and HIS Perfect Love...

my life journey

Showing posts with label Diary of Me and Jesus. Show all posts
Showing posts with label Diary of Me and Jesus. Show all posts

Monday, April 4, 2011

Hold me more Lord....

Hari ini.... aku pasti akan selalu mengingatnya.
Karena hari ini... aku merasa sepertinya waktu berhenti sesaat bagi ku.
Di hari ini... aku seperti sedang tidak dapat 'bergerak', 'berpikir', 'tersenyum', dan bahkan terasa sulit untuk bernafas.

Berawal dari kejadian yang ku alami di tempat kerja. Hal yang tidak pernah terpikir kan sama sekali dalam hidupku. Bahkan aku sendiri sulit untuk mempercayai bahwa aku mengalami hal itu.
Memang... aku bisa sedikit lega setelah aku menceritakan kejadian itu kepada orang yang mempunyai kapasitas untuk mengetahui hal itu.
Tapi... tak dapat dipungkiri kalau hatiku... menjadi sangat tidak tenang. Aku melihat seperti ada kecewa dan amarah yang tertahan dari tatapan matanya. Aku dapat merasakan kekhawatirannya terhadap ku. Dan aku juga dapat merasakan pembelaannya.
Tapi....
Tetap saja aku masih merasa takut dan tidak tenang.
Saat ini aku menunggu kepastian tentang keberadaan ku di kantor itu. Apakah aku harus segera pergi atau tetap bertahan?
Selain Tuhan, aku cuma punya satu alasan untuk tetap bertahan. Yaitu jika dia yang menginginkan aku untuk tetap ada disana.

Hal lain yang membuatku 'terdiam' adalah ketika aku dan keluarga ku harus pindah tempat tinggal. Sementara kami belum tahu harus pindah kemana...???

Lengkap sudah hari ini....
Tapi aku tetap berusaha untuk tetap tersenyum... meski aku sendiri nggak tahu seperti apa rupa senyum ku itu....
aku juga tetap berkata kalau Tuhan itu baik. Meskipun sulit rasanya hal itu untuk ku katakan jika mengingat apa yang ku alami saat ini.
aku pun tak pernah berhenti percaya bahwa Tuhan sedang memperbesar kapasitas ku untuk menerima yang lebih besar lagi bagi kemuliaanNYA.

Yesaya
51:1-23 = Kata-kata penghibur untuk Sion

(1) Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengejar apa yang benar, hai kamu yang mencari TUHAN! Pandanglah gunung batu yang dari padanya kamu terpahat, dan kepada lobang penggalian batu yang dari padanya kamu tergali.(1) TUHAN berkata: "Dengarlah Aku, hai kamu yang ingin diselamatkan dan datang kepada-Ku minta pertolongan. Ingatlah gunung batu dari mana kamu terpahat, dan penggalian batu dari mana kamu digali.(1) HEARKEN TO Me, you who follow after rightness and justice, you who seek and inquire of [and require] the Lord [claiming Him by necessity and by right]: look to the rock from which you were hewn and to the hole in the quarry from which you were dug;
(2) Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak dia.(2) Ingatlah nenek moyangmu Abraham dan Sara yang melahirkan kamu; waktu Aku memanggil Abraham, ia tidak punya anak; lalu Kuberkati dia dan Kuberi keturunan yang banyak.(2) Look to Abraham your father and to Sarah who bore you; for I called him when he was but one, and I blessed him and made him many.
(3) Sebab TUHAN menghibur Sion, menghibur segala reruntuhannya; Ia membuat padang gurunnya seperti taman Eden dan padang belantaranya seperti taman TUHAN. Di situ terdapat kegirangan dan sukacita, nyanyian syukur dan lagu yang nyaring.(3) Yerusalem, Aku akan menghibur engkau, dan semua yang tinggal di puing-puingmu. Padang-padangmu yang tandus Kujadikan taman, seperti Eden, taman-Ku yang subur. Di situ orang akan bergirang dan bersuka ria dan bersyukur dengan nyanyi-nyanyian.(3) For the Lord will comfort Zion; He will comfort all her waste places. And He will make her wilderness like Eden, and her desert like the garden of the Lord. Joy and gladness will be found in her, thanksgiving and the voice of song or instrument of praise.
(4) Perhatikanlah suara-Ku, hai bangsa-bangsa, dan pasanglah telinga kepada-Ku, hai suku-suku bangsa! Sebab pengajaran akan keluar dari pada-Ku dan hukum-Ku sebagai terang untuk bangsa-bangsa.(4) Perhatikanlah suara-Ku, hai bangsa-Ku, dengarlah kata-kata-Ku, hai umat-Ku. Kuberi ajaran-Ku kepada bangsa-bangsa, hukum-hukum-Ku akan menerangi mereka.(4) Listen to Me [the Lord], O My people, and give ear to Me, O My nation; for a [divine] law will go forth from Me, and I will establish My justice for a light to the peoples.
(5) Dalam sekejap mata keselamatan yang dari pada-Ku akan dekat, kelepasan yang Kuberikan akan tiba, dan dengan tangan kekuasaan-Ku Aku akan memerintah bangsa-bangsa; kepada-Kulah pulau-pulau menanti-nanti, perbuatan tangan-Ku mereka harapkan.(5) Keselamatan yang Kuberikan sudah dekat; saat kemenangan-Ku hampir tiba. Aku sendiri akan memerintah bangsa-bangsa. Negeri-negeri yang jauh menanti-nantikan Aku dan mengharapkan perbuatan-Ku yang perkasa.(5) My rightness and justice are near, My salvation is going forth, and My arms shall rule the peoples; the islands shall wait for and expect Me, and on My arm shall they trust and wait with hope.
(6) Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah ke bumi di bawah; sebab langit lenyap seperti asap, bumi memburuk seperti pakaian yang sudah usang dan penduduknya akan mati seperti nyamuk; tetapi kelepasan yang Kuberikan akan tetap untuk selama-lamanya, dan keselamatan yang dari pada-Ku tidak akan berakhir.(6) Pandanglah langit dan tengoklah bumi; langit akan lenyap seperti asap dan bumi akan usang seperti baju tua, semua penduduknya akan mati seperti nyamuk. Tetapi keselamatan yang Kuberikan tetap selamanya, dan kemenangan-Ku tak akan berakhir.(6) Lift up your eyes to the heavens, and look upon the earth beneath; for the heavens shall be dissolved and vanish away like smoke, and the earth shall wax old like a garment, and they that dwell therein shall die in like manner [like gnats]. But My salvation shall be forever, and My rightness and justice [and faithfully fulfilled promise] shall not be abolished.
(7) Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengetahui apa yang benar, hai bangsa yang menyimpan pengajaran-Ku dalam hatimu! Janganlah takut jika diaibkan oleh manusia dan janganlah terkejut jika dinista oleh mereka.(7) Dengarlah Aku, hai bangsa-Ku, kamu tahu apa yang benar; ajaran-Ku tersimpan di dalam hatimu. Jangan takut kalau kamu diejek manusia, jangan cemas kalau kamu dihina mereka.(7) Listen to Me, you who know rightness and justice and right standing with God, the people in whose heart is My law and My instruction: fear not the reproach of men, neither be afraid nor dismayed at their revilings.
(8) Sebab ngengat akan memakan mereka seperti memakan pakaian dan gegat akan memakan mereka seperti memakan kain bulu domba; tetapi keselamatan yang dari pada-Ku akan tetap untuk selama-lamanya dan kelepasan yang Kuberikan akan lanjut dari keturunan kepada keturunan.(8) Mereka akan binasa dan lenyap, seperti pakaian dimakan ngengat dan kain bulu domba dimakan gegat. Tapi keselamatan yang Kuberikan tetap selamanya, kemenangan-Ku berlangsung turun-temurun."(8) For [in comparison with the Lord they are so weak that things as insignificant as] the moth shall eat them up like a garment, and the worm shall eat them like wool. But My rightness and justice [and faithfully fulfilled promise] shall be forever, and My salvation to all generations.
(9) Terjagalah, terjagalah! Kenakanlah kekuatan, hai tangan TUHAN! Terjagalah seperti pada zaman purbakala, pada zaman keturunan yang dahulu kala! Bukankah Engkau yang meremukkan Rahab, yang menikam naga sampai mati?(9) Bangkitlah ya TUHAN, tolonglah kami, selamatkanlah kami dengan kuasa-Mu. Bangkitlah seperti di zaman dahulu waktu Engkau meremukkan Rahab dan menikam naga laut itu sampai mati.(9) [Zion now cries to the Lord, the God of Israel] Awake, awake, put on strength and might, O arm of the Lord; awake, as in the ancient days, as in the generations of long ago. Was it not You Who cut Rahab [Egypt] in pieces, Who pierced the dragon [symbol of Egypt]?
(10) Bukankah Engkau yang mengeringkan laut, air samudera raya yang hebat? yang membuat laut yang dalam menjadi jalan, supaya orang-orang yang diselamatkan dapat menyeberang?(10) Engkau pula yang mengeringkan laut, air samudra yang dalam. Engkau membuat jalan melalui air itu, supaya orang-orang yang diselamatkan dapat menyeberang.(10) Was it not You Who dried up the Red Sea, the waters of the great deep, Who made the depths of the sea a way for the redeemed to pass over? [Why then are we left so long in captivity?]
(11) Maka orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan sorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, duka dan keluh akan menjauh.(11) Maka orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang mereka masuk ke Yerusalem dengan sorak-sorai wajah mereka berseri karena sukacita abadi. Mereka bergembira dan bersuka ria, duka dan keluh kesah lenyaplah sudah.(11) [The Lord God says] And the redeemed of the Lord shall return and come with singing to Zion; everlasting joy shall be upon their heads. They shall obtain joy and gladness, and sorrow and sighing shall flee away.
(12) Akulah, Akulah yang menghibur kamu. Siapakah engkau maka engkau takut terhadap manusia yang memang akan mati, terhadap anak manusia yang dibuang seperti rumput,(12) TUHAN berkata, "Akulah yang menghibur kamu. Mengapa engkau takut kepada manusia yang fana, kepada manusia yang dibuang seperti rumput?(12) I, even I, am He Who comforts you. Who are you, that you should be afraid of man, who shall die, and of a son of man, who shall be made [as destructible] as grass,
(13) sehingga engkau melupakan TUHAN yang menjadikan engkau, yang membentangkan langit dan meletakkan dasar bumi, sehingga engkau terus gentar sepanjang hari terhadap kepanasan amarah orang penganiaya, apabila ia bersiap-siap memusnahkan? Di manakah gerangan kepanasan amarah orang penganiaya itu?(13) Masakan engkau lupa akan TUHAN Penciptamu yang membentangkan langit dan meletakkan dasar bumi? Mengapa sepanjang hari engkau gentar terhadap amukan si penindas yang bersiap-siap memusnahkan? Sesungguhnya, amukan mereka itu tak akan mempan terhadapmu.(13) That you should forget the Lord your Maker, Who stretched forth the heavens and laid the foundations of the earth, and fear continually every day because of the fury of the oppressor, when he makes ready to destroy or even though he did so? And where is the fury of the oppressor?
(14) Dia yang dipasung terbelenggu akan segera dibebaskan; ia tidak akan turun mati ke liang kubur, dan tidak akan kekurangan makanan.(14) Para tawanan akan segera dibebaskan; mereka tak akan kekurangan makanan, dan tak akan mati dan dikubur.(14) The captive exile and he who is bent down by chains shall speedily be released; and he shall not die and go down to the pit of destruction, nor shall his food fail.
(15) Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengharubirukan laut, sehingga gelombang-gelombangnya ribut, --TUHAN semesta alam nama-Nya.(15) Sebab Akulah TUHAN Allahmu, yang menggelorakan laut sehingga ombaknya berderu. Yang Mahakuasa adalah nama-Ku.(15) For I am the Lord your God, Who stirs up the sea so that its waves roar and Who by rebuke restrains it--the Lord of hosts is His name.
(16) Aku menaruh firman-Ku ke dalam mulutmu dan menyembunyikan engkau dalam naungan tangan-Ku, supaya Aku kembali membentangkan langit dan meletakkan dasar bumi, dan berkata kepada Sion: Engkau adalah umat-Ku!(16) Akulah yang membentangkan langit dan meletakkan dasar-dasar bumi. Aku berkata kepada Sion: Engkaulah umat-Ku; Aku memberi ajaran-Ku kepadamu dan melindungi engkau dengan kuasa-Ku."(16) And I have put My words in your mouth and have covered you with the shadow of My hand, that I may fix the [new] heavens as a tabernacle and lay the foundations of a [new] earth and say to Zion, You are My people.
(17) Terjagalah, terjagalah, bangunlah, hai Yerusalem, hai engkau yang telah meminum dari tangan TUHAN isi piala kehangatan murka-Nya, engkau yang telah meminum, menghirup habis isi cangkir yang memusingkan!(17) Bangunlah, hai Yerusalem, bangunlah! Hukuman yang dijatuhkan TUHAN karena kemarahan-Nya sudah kaujalani sampai habis.(17) Arouse yourself, awake! Stand up, O Jerusalem, you who have drunk at the hand of the Lord the cup of His wrath, you who have drunk the cup of staggering and intoxication to the dregs.
(18) Dari semua anak-anak yang dilahirkannya tidak ada yang membimbing dia dan dari semua anak-anak yang dibesarkannya tidak ada yang memegang tangannya.(18) Dari pendudukmu tak ada yang membimbingmu, dari penghunimu tak ada yang menuntunmu.(18) There is none to guide her among all the sons she has borne; neither is there anyone to take her by the hand among all the sons whom she has brought up.
(19) Kedua hal ini telah menimpa engkau--siapakah yang akan turut berdukacita dengan engkau? Kebinasaan dan keruntuhan, kelaparan dan pedang--siapakah yang akan menghibur engkau?(19) Engkau ditimpa dua macam bencana; akibat perang negerimu hancur binasa dan rakyatmu mati kelaparan. Tak ada yang mengasihani dan menghibur engkau.(19) Two kinds of calamities have befallen you--but who feels sorry for and commiserates you?--they are desolation and destruction [on the land and city], and famine and sword [on the inhabitants]--how shall I comfort you or by whom?
(20) Anak-anakmu sudah terlentang kelesuan di semua ujung jalan seperti lembu hutan kena jaring; mereka diliputi kehangatan murka TUHAN dan hardik Allahmu.(20) Di setiap ujung jalan orang-orangmu jatuh kehabisan tenaga seperti rusa yang kena jaring. Mereka ditimpa kemarahan Tuhan, dan kena hardik Allahmu.(20) Your sons have fainted; they lie [like corpses] at the head of all the streets, like an antelope in a net; they are full [from drinking] of the wrath of the Lord, the rebuke of your God.
(21) Sebab itu, dengarlah ini, hai engkau yang tertindas, hai engkau yang mabuk, tetapi bukan karena anggur!(21) Dengarlah hai orang-orang yang tertindas, yang terhuyung-huyung seperti orang mabuk!(21) Therefore, now hear this, you who are afflicted, and [who are] drunk, but not with wine [but thrown down by the wrath of God].
(22) Beginilah firman Tuhanmu, TUHAN, Allahmu yang memperjuangkan perkara umat-Nya: "Sesungguhnya, Aku mengambil dari tanganmu piala dengan isinya yang memusingkan, dan isi cangkir kehangatan murka-Ku tidak akan kauminum lagi,(22) Beginilah kata Tuhanmu, TUHAN Allahmu yang membela kamu, "Penderitaan yang Kuberikan dalam kemarahan-Ku, akan Kuambil kembali daripadamu. Kemarahan-Ku akan reda, dan kamu tak usah lagi menanggungnya.(22) Thus says your Lord, the Lord, and your God, Who pleads the cause of His people: Behold, I have taken from your hand the cup of staggering and intoxication; the cup of My wrath you shall drink no more.
(23) tetapi Aku akan memberikannya ke tangan orang yang menindas engkau, orang yang tadinya berkata kepadamu: Tunduklah, supaya kami lewat menginjak kamu! Maka engkau merentangkan punggungmu serata tanah dan sebagai jalan bagi orang yang lewat dari atasnya."(23) Penderitaan itu Kuberikan kepada penindasmu, yang pernah menyuruh kamu berbaring di tanah, dan menginjak-injak kamu, seolah-olah kamu jalanan yang dilalui orang."(23) And I will put it into the hands of your tormentors and oppressors, those who said to you, Bow down, that we may ride or tread over you; and you have made your back like the ground and like the street for them to pass over.

Sunday, April 3, 2011

Just Trust in Your Way....

Sejak aku memutuskan untuk menjadi 'milikMu seutuhnya...
aku tahu betapa mahalnya harga yang harus ku bayar. Meskipun nggak sebanding dengan yang telah Engkau bayar untuk menebus semua dosa dalam hidupku.
Di usir keluarga, kehilangan sahabat dan teman dekat, menjadi celaan bagi mereka yang membenci aku, kehilangan pekerjaan, dan juga kehilangan seorang yang sangat berarti dalam hidupku.

Saat itu... aku berpikir kalau hidupku sudah 'tamat'. Tapi anehnya, aku tidak merasa menyesal karena aku telah memilih untuk menjadi 'milikMu'.

aku datang pada-Mu dan berteriak.... aku percaya Engkau tidak mungkin melupakan bagaimana dulu aku menangis sejadinya. aku panggil nama-Mu dengan penuh pengharapan bahwa Engkau akan bersegera untuk menolong aku. Dan aku juga bertanya kepada-Mu... mengapa tak ada seorang pun yang bersedia untuk membela aku? Bahkan dia yang memperkenalkan aku pada-Mu pun... malah seolah jadi 'batu sandungan' bagi ku saat itu....

Tapi dengan lembut Engkau menjawab bahwa "Tangan-Ku cukup untuk menuntunmu. Pembelaan-Ku lah yang engkau butuhkan". tapi saat itu... aku merasa nggak puas dengan 'jawaban-Mu'.

Dan benar saja... saat aku berusaha untuk 'membela diri ku sendiri...' Engkau ijinkan aku 'babak-belur' sampai akhirnya aku menyadari bahwa hanya Engkau lah yang ku butuhkan.

Pelan namun pasti... aku dapat merasakan betapa Engkau memang sangat nyata menuntun setiap langkah hidupku.

Engkau mengajari aku untuk mempercayai-Mu lebih lagi dalam segala hal. Engkau menyentuh hati ku dan melembutkannya. Engkau mengajari aku tentang Iman. Sesuatu yang belum ku lihat namun mempunyai alasan untuk ku berharap kepada-Mu.

Dan saat ini....
Sesuatu yang berat sedang ku alami.
Engkau sepertinya sedang mengajarkan Iman kepada keluargaku. Belajar percaya dalam pengharapan kalau Engkau pasti menolong kami.

Begitu juga dalam pekerjaan ku saat ini....
aku percaya Engkau memahami bagaimana 'kecewa'nya aku atas kejadian yang telah menimpaku di kantor itu. Dan saat ini aku mau percaya bahwa Tangan-Mu selalu ada untuk ku. Pembelaan-Mu pun tak pernah berhenti untuk ku dan keluarga ku.

Tuhan... apapun yang Engkau lakukan, apapun yang telah Engkau rancangkan untuk hidupku dan keluarga ku... adalah yang terbaik. Terbaik bagi ku untuk terus intim dengan-Mu.

Sampai saat ini... dan seterusnya... aku tak akan pernah menyesal karena telah menjadi 'Milik-Mu' seutuhnya... dan aku juga percaya pada setiap jalanMu bagiku.

Thursday, March 24, 2011

Take me Out Lord.....

Since the incident in January  this year, I do not feel comfortable anymore in the office. Every time I'm alone in my room on the 3rd floor, I became the 'fear' itself ... Indeed there are cameras that monitor every corner of the room in the office where I work. But ... if people are desperate, a camera was not a good antidote to stop the evil person.
Actually this is not a pleasant thing to tell. But I have to remove all the 'junk' from my heart and my mind so that I could no longer keep it end up just makes me 'sick' only.
The incident began when (let's call Mr. X) who asked me to fix the display on his computer. And also look for tax data stored on his computer. And because I do not think negatively about him, of course I want to help him.
But ... is beyond my expectations, he who had been turned out I respect the courage to do in my insolent. Initially he held my hand. I already refuse to be smooth. But then again I do not think if he had malicious intent to me. Until finally when he said "I do not know every I closed to you, it make my heart more palpitate? Though I've aged 73 years? And I think I want to kiss you ... " be honest I was surprised to hear his word. But once again I do not think if he was wicked mean to me. Until finally he kissed my cheek beyond my expectations. I was shocked but could not do anything about it. What can I do is get out of his room.

I was very restless night. My little heart was saying that the incident was not a natural thing. If he loved me as a child / grandchild, surely he would not say if his heart palpitate enough every time he was close to me. In fact, he also said that he often thought of me.
My God ... I just like the wake from sleep, I beg forgiveness and hope the incident does not continue anymore. And the effect is ... I feel very uneasy and uncomfortable every time I had to deal with him. The dilemma is ... because he is the father of my boss. Every time I want to talk to my boss, I'm afraid my boss was angry and hurt that his father had a bad attitude. Or if he believed in me, I'm afraid he'll be no respect for his father.
I always avoid dealing with him. About my job that has to do with him, I slowly switch to someone else with my boss ask permission first.  And I'm grateful to my boss he granted my request.
I cannot avoid is that every time he asks, I always answer him with not polite answer. Even some of my friends who pay attention, they asked what was wrong between me and the old man's flirtatious?
Every time I answer no nothing, they do not believe. Because they really know if I act like there must be some very strong reasons and cannot be tolerated anymore.
Oh God ... I know I have guilt because it is considered rude to older people. But God ... if I'm wrong when I tried to protect myself from his evil deeds?
Each time I remembered it ... I always yell at God for He immediately took me out of there.
God ... I want you to immediately get me out of the office and took me away from those people. I believe you must give my successor in office. Someone who can be trusted and relied upon by the boss.
And I also want to believe ... something so much better had you provided out there for my future life.
God ... I believe You really know how disgusted I was with the incident. How I became very disappointed because of the harassment. That Incident, to be one strong reason for me to appeal to thy a life partner who is able to protect me from things like that.
I've been unable to count anymore how many people and how many times they think and ask me if I was 'normal girl who likes boys' or whether I am a lesbian who likes fellow women as well?
For all of these questions... I believe that You are hear and could feel what I feel. Sick ... sore ... and I was only able to answer 'not yet God's time for me to have a partner'. Every time they ask ... just that my answers.
Because ... until now even I have not found someone who managed to 'entry' into my heart.
But God ... when now there is someone who managed to get into my heart, why as if You do not agree? You keep me from him? Does he not deserve to me or I are not feasible for him?
God ... when I use my right to desire, so I submitted my one request to You. Presumably you are willing to open up my way with him. But ... above all it is my desire, my greatest desire remains the same ... Want to please You with my life. Which means ... in the end thy will alone is so over my life. Amen! 

Sunday, March 6, 2011

Pembelaan Tuhan itu Sangat Nyata...

Malam ini, aku sengaja pulang ke kost. Selain karena besok ingin berangkat ke kantor lebih pagi, juga karena aku ingin punya banyak waktu untuk berdoa. Dan... saat aku buka laptop untuk sekedar cek email dan buka facebook, aku lihat beberapa teman FB ku yang sedang online.


Dan... entah bagaimana awalnya, aku dan salah seorang teman terlibat komunikasi yang sangat seru menurut ku. Sebut saja nama nya... Dion. Dia adalah teman kerja ku di tempat kerja ku yang dulu. Sebenarnya sih dulu kami nggak terlalu akrab. Hanya... kami sering makan siang bersama dan terkadang kami jalan-jalan ke Mall berdua. Kami melakukan itu bukan karena kami saling suka. Tapi hanya sekedar teman hang-out saja. Ya... karena yang dia suka adalah sejenisnya.


Tadi... dia banyak bercerita tentang kejadian di tempat kerjanya. Dia merasa sudah sangat tidak betah. Ingin keluar dan mencari pekerjaan baru ditempat lain. Dan dia juga bercerita tentang seseorang yang dulu... pernah terlibat masalah dengan ku.


Seseorang itu dulu yang membuat ku harus keluar dari kantor itu dan sangat membuat ku tertekan. Bahkan waktu itu aku berpikir kalau aku sedang stress berat menghadapi nya.
Bagaimana tidak...??? Gara-gara tingkah nya itu... semua teman kerja bahkan bos ku menuduh kalau aku ini adalah seorang yang cinta sejenis. Dan aku berpacaran dengannya.
Sakit hati dan kecewa ku saat itu begitu besar. Hingga aku tak dapat menahan emosi ku lagi. Bahkan karena itu juga aku berani melawan direktur ku sendiri. Padahal... kan dia yang menggaji aku.


Ku akui... aku sempat 'jatuh' sesaat dalam dosa yang tak pernah terpikirkan oleh ku. Tapi... aku bersyukur Tuhan segera menyelamatkan aku. Dengan paksa DIA menarik ku dari lingkungan itu dan saat itu aku merasakan sakit yang luar biasa. Sakit hati yang begitu dalam, kecewa yang tak terhingga, dan aku benar-benar merasa sangat terpuruk. aku kehilangan semua nya demi karena aku mau Taat pada Tuhan.


Dulu... aku mencoba membela diri ku dengan menjelaskan pada semua orang di kantor bahwa bukan aku yang memulai dan bukan aku yang sebenarnya 'sakit'. Tapi... mereka tak mau tau. Yang bisa mereka lihat adalah... sekali pun mereka tidak pernah melihat aku mempunyai serorang pacar.
Aku kecewa atas sikap mereka yang tak percaya pada ku. Sebelumnya... Tuhan sudah sangat jelas mengingatkan aku bahwa aku harus diam dan tunggu pembelaan-Nya. Tapi... karena aku nggak tahan dengan kondisi yang makin membuat ku depresi itu... aku berusaha membela diri ku dengan kekuatan ku sendiri. Dan akhirnya... aku sendiri yang babak belur. Aku terjatuh dari lantai 2. Selain muka ku yang lebam, hati ku juga semakin sakit dan kecewa atas kondisi itu. Bersyukurnya aku nggak cacat saat terjatuh.


Dan tadi... ku dengar cerita dari teman ku itu kalau... ternyata perempuan yang dulu pernah membuat ku sakit hati dan di juluki 'cinta sejenis', dipecat dari kantornya gara-gara kasus yang sama. Bahkan mungkin lebih parah.


Ya Tuhan... dari cerita teman ku tadi... bukannya aku senang atas dosa yang telah diperbuat oleh teman ku yang perempuan itu. Tapi... aku merasa, itulah pembelaan Mu atas ku saat itu. Sekarang mereka bisa membuktikan sendiri... siapa sebenarnya yang 'sakit'.


Jika saja saat itu aku mau taat dan percaya pada pembelaan Mu, mungkin aku nggak butuh waktu lama untuk memulihkan kondisi hati ku. Tapi.. nggak apa-apa Tuhan. yang terpenting saat ini adalah... aku sudah pulih. Tak ada lagi dendam, sakit hati, dan kecewa pada dia yang pernah 'meleceh'kan aku.


'Jejak' itu... memang tak akan pernah dapat ku hapus. Tapi... bersama Tuhan aku mampu membuat jejak hidup yang jauh lebih baik dari masa lalu yang buruk. Aku hanya bisa percaya kalau Tuhan telah mengampuni semua dosa masa lalu ku. Dan DIA telah merancangkan masa depan ku dengan penuh harapan dan sukacita yang besar.


Terimakasih Tuhan... memang tidak seharusnya aku melawan Mu dengan pikiran ku yang sangat terbatas ini. Pembelan Mu sangat ajaib dan luar biasa.


Love YOU Full Lord... :-)




"ketika kamu sedang dalam keadaan yang 'teraniaya', jangan pernah berpikir kalau Tuhan itu melupakan mu dan tidak akan membela mu. dan jangan juga membela diri mu sendiri dengan kekuatan mu yang tidak ada apa-apanya itu. karena... pada waktu yang tepat (yang mungkin menurut kita sudah sangat terlambat), Tuhan membela kita dengan sangat sempurna."

Ketika Tuhan bertanya "Percayakah engkau kalau Aku sanggup melakukannya untuk mu?"


Hari ini... terasa sangat luar biasa bagi ku. Sewaktu aku mengikuti Ibadah, Tuhan menegur ku dan juga mengingatkan aku tentang hal yang saat ini sedang mendominasi pikiran dan hati ku. Iman. Tuhan mengingatkan aku kalau aku harus lebih lagi meningkatkan kadar iman percaya ku.


Bicara Iman, bukan saja bicara tentang siapa yang kita sembah (Tuhan). Tapi yang Tuhan maksud adalah tingkat kepercayaan kita terhadap setiap janji Tuhan dalam hidup kita, dan kesanggupan serta kesediaan Tuhan dalam menolong kita saat kita membutuhkan pertolongan-Nya.

Seperti yang saat ini sedang aku alami. Secara kasat mata, aku nggak bisa melihat apapun di depan ku. Aku nggak pernah tahu apa yang akan terjadi dalam hidup ku sehari kedepan, sebulan kedepan, setahun kedepan, bahkan semenit kedepan. Namun aku hanya bisa percaya bahwa Tuhan nggak pernah meninggalkan aku sedetikpun. Tangan-Nya yang kuat selalu menopang dan menuntun setiap langkah ku. Terkadang... aku merasa kecewa dan putus asa atas setiap hal yang mengecewakan. Tapi... setiap kali Tuhan mengingatkan bahwa penyertaan-Nya atas hidup ku itu nggak pernah berhenti. Dan itulah yang membuatku terus bersemangat menjalani hidup ini. Dan damai sejahtera serta sukacita yang DIA berikan itu sangat lebih dari cukup bagi ku. Meskipun... masalah masih tetap ada, tapi cara aku menghadapi setiap masalah itu... membuatku semakin merasakan keberadaan Tuhan dalam hidupku.

Tentang pasangan hidup.
Sejak aku memutuskan untuk percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru selamat pribadi ku... yang ada dalam hati dan pikiran ku hanya satu. Aku mau Taat dan menyenangkan hati Tuhan dengan hidup ku. Termasuk dalam hal pasangan hidup. Aku adalah perempuan normal yang mempunyai keinginan untuk menikah dengan seorang laki-laki dan membina kehidupan rumah tangga yang harmonis.
Di usia ku saat ini, sudah sering ku dengar komplain dari pihak keluarga, teman, dan saudara-saudara ku yang lain. Mengapa hingga saat ini aku belum juga menikah dan bahkan punya pacar saja belum...??? Dan hal itu menimbulkan pertanyaan dalam benak masing-masing mereka. Apakah aku yang terlalu memilih, atau kah aku yang tidak normal...???

Dan aku hanya bisa menjawab mereka dengan perkataan "Memang belum waktunya, mau gimana lagi?" atau... hanya sekedar diam sambil berdoa kepada Tuhan "Ya Tuhan, dengarkan dan kabulkan lah setiap pertanyaan mereka atas pasangan hidup ku.."

Aku yakin mereka juga tahu kalau aku jengah dengan pertanyaan mereka. Tapi... aku nggak mau berpikir negatif atas mereka. Justru setiap pertanyaan mereka membuat aku semakin percaya bahwa Tuhan itu sedang mempersiapkan yang terbaik bagiku.

Aku nggak merasa sangat memilih. Memang banyak yang datang pada ku, tapi setiap kali aku bertanya pada Tuhan, belum ada yang membuat hati ku damai sejahtera saat aku mengajukan namanya.

Bagiku, menikah itu bukanlah kewajiban. Tapi... yang ada dalam pemikiran ku adalah "Pernikahan ku adalah alat untuk ku dan suami ku kelak melayani Tuhan lebih Dahsyat lagi. Pernikahan ku adalah kehendak Tuhan. Bukan semata keinginan pribadi ku. Dan seseorang yang akan menikahi aku adalah hadiah terindah dan terbaik yang Tuhan berikan untuk kehidupan ku di dunia ini. Dan sebagai sebuah hadiah, aku percaya Tuhan mempersiapkan dengan sangat sempurna. Tidak sembarangan dan pasti pada saat yang tepat pula."

Bagi ku, aku bisa mengerti akan hal itu. Tapi bagi keluarga ku dan orang-orang yang tidak mengerti rencana Tuhan atas hidup ku... mereka selalu mengucapkan perkataan yang tidak membangun.

Tidak apa-apa. Memang itulah harga yang harus ku bayar untuk mendapatkan waktu Tuhan yang paling tepat.

Tuhan... aku mengimani akan pasangan hidup ku kelak. Ada atau tidak nya pasangan hidup ku itu, bukanlah masalah besar bagi ku. Yang terpenting bagi ku adalah... selama aku masih menjadi seorang 'single', aku bisa memberikan yang terbaik yang mampu aku lakukan untuk Mu. Jika memang Engkau menghendaki aku untuk menikah, pasti yang terbaik telah Engkau persiapkan bagiku.
Waktu, tempat, dan seseorang itu pun yang terbaik bagi ku. Dan bersama dengan dia, aku bisa melayani Engkau lebih dahsyat dan luar biasa lagi.

Karena, seluruh hidup ku hanya lah untuk Mu. Semua yang ada pada ku adalah milik Mu. Hati, Jiwa, Pikiran, Waktu, Tubuh, dan bahkan keluarga ku adalah milik Mu. Engkau berhak berbuat apapun atas hidup ku dan hidup keluarga ku.

Tidak ada alasan bagi ku untuk khawatir akan masa depan ku. Karena semua telah ku serahkan ke dalam Tangan Kasih dan Kuasa Mu yang sempurna. Apapun yang terjadi dalam hidup ku adalah rencana Mu. Dan setiap rencana Mu adalah yang terbaik dan mendatangkan damai sejahtera. Karena Engkau tidak pernah merancangkan kejahatan atas ku. Amin...!!!

Tuhan... Engkau adalah Bapa, sahabat, kekasih, dan Raja ku. Layak kan segenap hidup ku sebagai persembahan yang kudus dan menyenangkan hati Mu.

Aku mau beriman atas setiap Janji Mu dalam hidup ku. Janji Mu adalah memberikan aku kemenangan. Janji Mu adalah memberikan damai sejahtera dan sukacita senantiasa dalam hidup ku. Dan Janji Mu adalah juga memberikan segala yang terbaik atas hidup ku.

Pemikiran ku, logika ku, dan kekuatan ku semuanya terbatas. Tapi... aku percaya Kuasa Mu tak pernah terbatas. Engkau mampu melakukan jauh lebih baik dari yang terbaik yang dapat ku pikirkan.

aku bangga mempunyai Allah seperti Engkau Tuhan Yesus... Allah yang setia dan selalu menyertai aku pun saat aku sedang berjalan dalam lembah kekelaman. Hadirat Mu dapat kurasakan. Tak pernah berhenti Engkau menuntun setiap langkah ku. Tak pernah bosan Engkau mengampuni setiap perbuatan dosa ku. Dan... Engkau selalu ada saat aku membutuhkan Mu.

Tuhan... berikan aku hati yang mengasihi Mu lebih lagi. Karena ketika aku mengasihi Mu, itu berarti aku sedang hidup dalam kekudusan dan menjadi berkat bagi setiap orang yang ada disekitar ku. Ketika aku berkata aku mengasihi Mu, itu sama dengan aku sedang 'menyalibkan' keinginan daging ku dan hanya mengikuti setiap perkataan Mu.

"Saat ku tak melihat jalan Mu, Saat ku tak mengerti rencana Mu
Namun tetap ku pegang janji Mu. Pengharapan ku hanya pada Mu.
Hati ku percaya... Hati ku percaya.... Selalu ku percaya...."